Rabu, 06 Februari 2013

ciri tumbuhan berbiji

Diposting oleh Unknown di 16.29 0 komentar

Ciri tumbuhan berbiji meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh Tumbuhan berbiji berukuran makroskopik dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Tumbuhan biji tertinggi berupa pohon dengan tinggi melebihi 100 m. masalnya pohon konifer Sequoiadendron giganteum d taman Nasional Yosemite California, dengan tinggi sektar 115 m dan diameter batang sekitar 14 m. Habitus atau perawakan tumbuhan berbiji sangat bervariasi, yaitu Pohon, misalnya jati, duku, kelapa, beringin, cemara; Perduk, misalnya mawar, kembang merak, kembang sepatu; semak, misalnya arbei; dan Herba, misalnya sayur-sayuran, bunga lili, serta bunga krokot

angiosspermae

Diposting oleh Unknown di 16.26 0 komentar
Penyebutan kelompok ini sekarang lebih disukai menggunakan tumbuhan berbunga daripada tumbuhan berbiji tertutup. Pengelompokan klasik menjadi Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping biji dua) dan Monocotyledoneae (tumbuhan berkeping biji tunggal) berdasarkan filogeni molekuler sekarang dianggap tidak valid karena kelompok yang pertama tidak holofiletik. Ke dalam Anthophyta sekarang terdapat delapan kelompok besar yang perinciannya masih terus dikaji.

gymnospermae

Diposting oleh Unknown di 16.24 0 komentar

Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani yaitu, Gymno =terbuka atau telanjang dan sperma=biji. Anggota Gymnospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporafil (daun buah). Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu, atau pohon. Akarnya merupakan akar tunggang, batang tumbuhan tegak lurus dan bercabang-cabang.
Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya, sporofil terpisah-pisah atau membentuk stabilus jantan dan strobilus betina. Umumnya berkelamin tunggal namun ada juga yang berkelamin dua. Penyerbukan pada gymnospermae hampir selalu dengan cara anemogami (bantuan angin). Waktu penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Gymnospermae dibagi menjadi empat klad, ada yang menjadikannya sebagai kelas, namun sekarang dianggap sebagai divisi tersendiri, yaitu:
  • Cycadophyta (sebagai kelas berakhiran -psida, sehingga menjadi Cycadopsida)
  • Pinophyta (Pinopsida)
  • Gnetophyta (Gnetopsida)
  • Ginkgophyta (Ginkgopsida)

Senin, 04 Februari 2013

parampaa games

Diposting oleh Unknown di 06.39 0 komentar

level 1 : Klik kata “Mulai”

level 2 : Pilih Jawaban “A”

level 3 : Pilih lingkaran di atas huruf “i”

level 4 : Pilih Jawaban “AY !!”

level 5 : Pilih Jawaban “B”

level 6 : Temukan kata berwarna “hijau” di antara kata berwarna merah (kata: "yup")

level 7 : Pilih Jawaban “Jali”

level 8 : Pilih “?” yang mirip dengan soal

level 9 : Ingat kombinasi warnanya karena bakal terus dipake (jgn ampe lupa) lalu klik “ingat”

level 10 : Pilih Jawaban “hidup bercermin bangkai”

level 11 : Cari kata “mati” dalam matematika lalu klik (pastikan kata "mati" berubah merah saat di klik)

level 12 : Pilih Jawaban “10″

level 13 : Klik “13″ pada tulisan level 13

level 14 : Masukkan kombinasi warna “merah-biru-kuning-merah-hijau”

level 15 : Geser mouse keluar layar, maka kepala kucing akan tertunduk, lalu klik “space” pada keyboard

level 16 : Lari ke “ujung (pojok) kanan atas”

level 17 : “Gerakin cicaknya” sampai tujuan , tetap berada dalam lintasan ungu

level 18 : Tulis kata “PANDA” dengan cara klik hurufnya

level 19 : Pilih jawaban “21″

level 20 : Pilih jawaban “D”

level 21 : Pilih jawaban “E”

level 22 : Potong isolasi lebar berwarna “merah” di time counter

level 23 : Klik “23″ di baris ke-3, kolom ke-3 dari kiri

level 24 : Pilih latar warna “merah-biru-kuning-merah-hijau” (jangan dibaca)

level 25 : Arahkan mouse ke “lingkaran orange”, trus klo mau ke lingkaran satunya lg jgn lewat area permainan

level 26 : Klik “persegi panjang yang kiri bawah” (saat berkedip berwarna orange)

level 27 : Di bawah 3 lambang hati ada seekor “cicak”, tinggal di klik aja (sesuai posisi di level 17)

level 28 : Hasil ujicoba gue, letakan pesawat pada pojok kanan bawah, jgn di gerak2in tunggu sampe hujan meteor selesai

level 29 : Klo masih baru di level ini susun aja dulu gambarnya, trus ikutin tanda panah yang ke “bulatan”, klik “bulatannya” (cara cepat sambungkan saja bagian terakhir trus klik "bulatan" kecil)

level 30 : Pilih jawaban “20″

level 31 : Klik kiri “lingkaran orange” sebelah kiri, trus gerakin mouse ke “lingkaran orange” sebelah kanan

level 32 : Pilih jawaban “TDAJ”

level 33 : Pilih jawaban “100001″

level 34 : Klik 3 “lambang hati” di pojok kanan atas

level 35 : Klik tombol berwarna “merah-biru-kuning-merah-hijau”

level 36 : Geser tulisan “level 36″, dibelakangnya ada tombol

level 37 : Pilih jawaban “zibba”

level 38 : Tembak kepala “cowo” (tau cowok kan??hehe)

level 39 : Pilih jawaban “level 39″

level 40 : Tekan tanda”->” (panah kanan) di keyboard

level 41 : Klik tanda “!” (setelah itu jangan buru2 ngapa2in!!!, berhubungan dgn level berikut)

level 42 : Tunggu!!!! adengan lebaynya selesai, jangan klik apa2

level 43 : Klik “NTB (Pulau Lombok)” (taukan?? itu loh pulau ke-2 sebelah timur pulau Jawa)

level 44 : Klik “1″ pada soal 1=5

level 45 : Klik “45″ pada tulisan level 45

level 46 : Pianonya memiliki urutan nada C D E F G A B, trus klik nada piano hingga membentuk kata “E G G”

level 47 : Tembak kepala “cowo”

level 48 : Tulis jawaban “11″

level 49 : Klik tulisan “run” secepat mungkin berulang2 sampai kepiting kabur ke kanan

level 50 : Tekan angka “1″ di keyboard

level 51 : Gerakin kuncinya, jgn kena area berwarna “hitam”

level 52 : Klik dan geser tanda (-) ke tulisan level 52, jadi “level 5-2″, trus klik tulisannya

level 53 : Tekan huruf “S” di keyboard

level 54 : Pilih jawaban “5″

level 55 : Ketik “anini” di keyboard

level 56 : Geser kata “bulan”, di belakangnya ada jawaban

level 57 : Geser bolak-balik mouse dgn cepat di bawah tanda “!!”

level 58 : Pilih warna “kuning”

level 59 : Pilih warna “hijau-orange-ungu-hijau-merah”

level 60 : Klik huruf “B” “O” “N” “O”

level 61 : Tekan piano dengan menulis “C A G E” (urutan key piano: C D E F G A B)

level 62 : Ga usah ngapa2in cuekin aja hehe...

level 63 : Klik tulisan “eve” pada tulisan level 62

level 64 : Pilih jawaban “parampaa”

level 65 : Pilih “Mr. Krab-Smurf-The Simpsons-Mr. Krab-Parampaa”

level 66 : Ketik “one” pada keyboard

level 67 : Klik tanda “.”, lalu klik “matahari”, lalu klik “pohon”

level 68 : Tekan “F1 dan F4″ di bagian atas keyboard (tulisan alay dari FIFA)

level 69 : Klik huruf “A” pada kata heart

level 70 : Pilih jawaban “10″

level 71 : Tahan terus “shift-6″ sampe doraemon menghilang

level 72 : Tangkap angka “2″, drag ke samping angka 7

level 73 : Urutan storage awalnya 1-2-3-4-5, klik yang ke 2-5-3-4-1

level 74 : Pilih “lingkaran-besar-kuning-tersenyum”

level 75 : Tembak kata “HER”

level 76 : Klik kanan layar, trus klik kiri, biar mousenya kelihatan, tekan bagian tengah “O” pada kata mouse, telusuri lalu klik buletan kecil ijo pas di ujung panah

level 77 : Kilik dan geser tulisan “mouse” ke tombol hijau, drag lagi ke persegi di sebelah kiri, klik perseginya

level 78 : Klik “jendela di villa” pas lampunya nyala loh

level 79 : Tulis “Try Again”

level 80 : Tulis “The Cranberries”

level 81 : Pilih jawaban “13″

level 82 : Pilih “OK”, drag bomnya, klik tulisan yang tertutup bom

level 83 : Tunggu hingga detik “ke-3″, akan ada tulisan “S7OP” pd bom, klik tulisan S7OP-nya

level 84 : Ketik “?” pada keyboard

level 85 : Ketik “level 85″,lalu hapus ketik lagi “:)”, hapus lagi lalu ketik “you’re welcome”

level 86 : Klik “bagian tengah antara lingkaran pada angka 8″ pada tulisan “level 86″

level 87 : Bawa kursor keluar area permainan, tunggu kuncinya masuk, lalu tekan “enter”

level 88 : Tekan “F8″, lalu pilih “safe mode”

level 89 : Klik buku berwarna “Biru-Ungu-Kuning-Ungu”

level 90 : Pilih lambang “omega (kaya’ tapal kuda)” dan “69″

level 91 : Kaya main Super Mario, gunakan key A,W,D untuk arah (ingat! lompatlah ke arah pintu sebelum jatoh)

level 92 : Klik warna “hijau-merah-kuning-biru-merah” (kebalikan yang sebelumnya)

level 93 : Hitung dengan cepat jumlah bola berwarna “merah” trus pilih angkanya

level 94 : Klik “Budi”

level 95 : Tunggu sampai “latarnya warna hijau”, trus klik “lanjut” (ingat! warna hijau, muncul pada detik 0)

level 96 : Klik “mata, bintik2 tangan, duri di kepala, latar merah (itu yg bersusun di blakang), rumput”

level 97 : Klik “tombol merah”

level 98 : Butuh kecepatan tangan dan koordinasi mata yg baik, lingkaran terkecil ada di antara “level & 98″

level 99 : Klik orang ke-2 dari kiri

level 100 : woalaaaah masa mau ta' kasih tau juga..ckckckck...usaha dikit yah...hehe....

Password
level 11 : ayobelajar
level 29 : bartman
level 46 : pianothing
level 67 : fisherman
level 87 : keylephant

(http://4uknows.blogspot.com)

Minggu, 03 Februari 2013

TEMPRAMENT ORANG BERGOLONGAN DARAH O

Diposting oleh Unknown di 04.58 0 komentar
# GOLONGAN DARAH O
Tempramentnya :
- Berorientasi pada tujuan
- Memiliki keinginan yang lurus
- Tidak mau kalah
- Bersifat romantis
- Memutuskan sesuatu berdasarkan fakta
- Mahir menggunakan bahasa yang baik

Kelebihannya :
- Memiliki pemikiran dan rasa cinta yang kuat
- Memiliki keinginan untuk maju
- Benci kekalahan
- Puitis, ingin membahagiakan orang lain
- Taat, Hangat, Bersahabat
- Tidak banyak bicara
- Memberikan teladan

Kekurangannya :
- Suka ikut campur
- Cenderung memutuskan sendiri
- Tidak peduli dengan perasaan orang lain
- Terlalu PD saat mengucapkan opini sendiri
- Kekanak-kanakan
- Kurang akurat secara general

alasan rok wanita jepang pendek - pendek

Diposting oleh Unknown di 04.41 0 komentar

alasan kenapa rok sekolah di jepang pendek-pendek
apa sih yang mau saya bicarakan kali ini. Ya, seragam sekolah ala siswi Jepang. Kita sudah seikit tahu tentang bagaimana seragam siswa Jepang baik melalui televis maupun internet.

Siswi-siswi Jepang memiliki seragam yang modis, unik dan seksi. Hampir semua siswi Jepang memakai seragam sekolah dengan rok mini yang berada jauh di atas lutut. Ada sebuah sumber yang menyebutkan, rata-rata rok siswi Jepang 16,7 Cm di atas lutut. Wowww!!! Tidak hanya itu, ada rumor yang menyebutkan, bahwa ada sekolah-sekolah tertentu yang mewajibkan siswa perempuannya untuk tidak memakai celana dalam.


Wah gak kebayang deh, udah rok sangat pendek, ditambah lagi gak memakai celana dalam. Hahaha….gemana kalau itu diterapkan di Indonesia? Usut punya usut, dahulu seragam sekolah dijepang gak seperti sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di indonesia.

Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.

Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
apa sih yang mau saya bicarakan kali ini. Ya, seragam sekolah ala siswi Jepang. Kita sudah seikit tahu tentang bagaimana seragam siswa Jepang baik melalui televis maupun internet.
Siswi-siswi Jepang memiliki seragam yang modis, unik dan seksi. Hampir semua siswi Jepang memakai seragam sekolah dengan rok mini yang berada jauh di atas lutut. Ada sebuah sumber yang menyebutkan, rata-rata rok siswi Jepang 16,7 Cm di atas lutut. Wowww!!! Tidak hanya itu, ada rumor yang menyebutkan, bahwa ada sekolah-sekolah tertentu yang mewajibkan siswa perempuannya untuk tidak memakai celana dalam.


Wah gak kebayang deh, udah rok sangat pendek, ditambah lagi gak memakai celana dalam. Hahaha….gemana kalau itu diterapkan di Indonesia? Usut punya usut, dahulu seragam sekolah dijepang gak seperti sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di indonesia.

Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.

Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Siswi-siswi Jepang memiliki seragam yang modis, unik dan seksi. Hampir semua siswi Jepang memakai seragam sekolah dengan rok mini yang berada jauh di atas lutut. Ada sebuah sumber yang menyebutkan, rata-rata rok siswi Jepang 16,7 Cm di atas lutut. Wowww!!! Tidak hanya itu, ada rumor yang menyebutkan, bahwa ada sekolah-sekolah tertentu yang mewajibkan siswa perempuannya untuk tidak memakai celana dalam.

Wah gak kebayang deh, udah rok sangat pendek, ditambah lagi gak memakai celana dalam. Hahaha….gemana kalau itu diterapkan di Indonesia? Usut punya usut, dahulu seragam sekolah dijepang gak seperti sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di indonesia.

Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.

Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Wah gak kebayang deh, udah rok sangat pendek, ditambah lagi gak memakai celana dalam. Hahaha….gemana kalau itu diterapkan di Indonesia? Usut punya usut, dahulu seragam sekolah dijepang gak seperti sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di indonesia.

Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.

Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Wah gak kebayang deh, udah rok sangat pendek, ditambah lagi gak memakai celana dalam. Hahaha….gemana kalau itu diterapkan di Indonesia? Usut punya usut, dahulu seragam sekolah dijepang gak seperti sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di indonesia.
Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.

Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas terutama berolahraga.
Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.
Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin pendek.
pulsk.com - awan sevenfoldism

makanan sd dulu

Diposting oleh Unknown di 04.26 0 komentar


Zaman SD.... Zaman yang ngga pernah terlupakan. Meskipun biasanya tiap generasi ngerasain hal yang berbeda-beda di masa SD-nya, tapi kalau jajanan-nya biasanya ngga berbeda jauh dong.
Yuk kita bernostalgia kembali mengingat jajanan-jajanan yang bikin kangen banget dan pasti "WAW" banget untuk balik ke SD lagi.
1. Anak Emas2. Es Mambo3. Cimol4. Ager-ager5. Telor Dadar Bulet6. Baso Tusuk7.Lidi Asin dan pedas8. Coklat Ayam Jago9. Permen Karet Yosan10. Permen jagoan Neon
11. Choki-choki
12. Wafer Superman
13 Mie Fuji krip-Krip
pulsk.com - melda octavianti

 

fiori riviera Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos